Perasinganku.. Cie Elah!
Kali ini gue akan mencoba menulis dengan sedikit bumbu-bumbu sastra di dalamnya dengan gaya penulisan yang di sajikan sang maestro Khalil Gibran. Tentunya ini hanya cerita fiksi.
Larutnya malam tidak meurungkan niatku untuk sedikit menulis, tidak banyak pengalaman yang dapatku ceritakan, apa yang harusku ceritakan jika hidupku penuh dengan kesunyian dan kesendirian.
Hidup adalah dimana akan tiba datangnya kematian, memisahkan jasad dari jiwa yang akan menghadap singgasana Tuhan. Entahlah, semua ini hanya sekenario Tuhan kepada hambanya sebagai pemeran utama, membuat alur cerita tentang ketidakadilan terhadap kaum lemah yang tertindas, kemunafikan hukum yang harusnya membela kebenaran, kejahatan terhadap anak manusia yang tidak bersalah. Dan banyak sekenario Tuhan yang di putarbalikan oleh alur rancangan setan yang selalu terjadi pada siang dan malam setiap harinya.
Tatkala aku melihat sedikit orang yang berbuat baik yang mengharapkan imbalan si kuasa, dengan senyum kemunafikan yang melempar retorika dengan senyum sok menawan. Ah sudahlah, buat apa kuperhatikan hal yang tidak harus kuperhatikan?!.
Larut dalam kesendirian ku yang membuat diriku menjadi orang asing di bumi ini, tidak dapat di pungkiri, sejak ku langkahkan kaki menuju dunia luar semuanya berubah 180 derajat, dari hukum yang di tetapkan Tuhan berupa kitab yang suci menjadi hukum tetapan manusia dengan rakitan tangan penuh kebusukan yang mereka sebut Hukum Suci.
Terkadang langkahku begitu hampa terlalu dingin hingga tak bersuara. Menyusuri dinginnya malam bersama kehampaan, saat kudengar lidahku berbicara, telingaku terkejut oleh suaraku, dan aku terkejut melihat esensi diriku yang lain bersama sosok wanita laksana bidadari yang diperuntukan untuk menemani dalam kesunyianku. Kucoba mendekat, tapi ada yang salah dalam langkahku, langkah yang seharusnya kulangkahkan semakin dekat, kini usaha akan langkahku menjauhinya. Tatkala kulambaikan tanganku sosok esensi diriku menghilang laksana fatamorgana nan serupa burung gagak yang berhamburan menuju gelapnya awan.
Kini... kutetap melanjutkan perasinganku, berharap menemukan seseorang yang dapat memahami maksud dari pelarianku.
di tulis oleh Muhamad Rayhan Dillah
May 3, 2012
Wkwk ga nyangka gua bisa nulis ginian. Gua nulis ya seperti gua bersenandung.
Masa iya mau bersenandung aja pake mikir dulu "bakalan selesai gak ya tulisannya?"
Eh akirnya selesai walau menurut gua gak nyambung sama ceritanya :D
Published with Blogger-droid v2.0.4
10.26
|
Label:
Stories
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Dilindungi Oleh Unang. Diberdayakan oleh Blogger.

0 komentar:
Posting Komentar