Libur makan Pare

"Neng nong neng nong... neng nong neng nong" suara bell di stasiun apanamanyaguelupa berbunyi

"Kereta api menuju kediri akan segera tiba, diharapkan mempersiapkan barang bawaan Anda" kata seseorang lewat microphone

Yap, hari itu gue hendak berangkat menuju ke kediri dengan seorang teman yang tidak ingin disebutkan namanya itu, sebut saja Hamba Allah.

Tujuan gue yaitu ke Pare, Kediri. Tepatnya sebuah kampung di mana tempat orang belajar bahasa Inggris. Udah kebayang gimana nanti lancarnya gw ngomong bahasa Inggris:

"what the fu*k are you fu*king doing hell?!" (Kalau ada orang yang ngelakuin hal gajelas dan menganggu)

"Please close the fu*king door!" (Kalau ada orang yang masuk ke kamar lo terus ga nutup pintu)

"Shut the fu*k up your fu*king mouth, as*hole!" (Kalau ada orang ya ngebacot gajelas)

Kebayangkan kalau gue lulusan kampung Inggris pare mau jadi apa? -__-

Skip-skip...

Tiba di stasiun Kediri, sambil menunggu jemputan datang dengan papan kertas bertuliskan nama layaknya di bandara Soekarno-Hatta, kami digiring ke rumah pamannya Hamba Allah. Melakukan aktivitas tamu yang ngerepotin tuan rumah, yaitu makan mandi berak dan minta diantar ke Pare, sungguh ngerepotin kan?

Tiba di kampung Inggris, Pare. Muter-muterlah kami mencari camp, bingung dan galau akhirnya menemukan camp yang bernama Alfalink.. alias Alfalfa.

Tiba di camp Alfalink, kami disambit dengan mister-mister yang ada di sana.

"we have a new comeer, whats your name?" Tanya salah satu mister di sana

"ning nung, krik...." terdiem gue ga bisa jawab

Selang beberapa menit dengan nada yang terbatah-batah "my.. my.. name.. is Rayhan"

Lalu kami diberitahukan intruksi, peraturan seputar camp di sana, tentunya dengan bahasa Indonesia yang disempurnakan :D

Pada malam hari tibalah malam yang menshokkan, yaitu malam shok teraphy, shok teraphy itu sendiri adalah di mana anggota camp akan dipilih untuk maju ke depan dan diberikan pertanyaan yang harus dijawab dalam kurun waktu tertentu.. seperti tanya jawab capres (calo angkut pasar impress).

Trus shok nya buat gue apa? Tau gak sih lo.. pada malam itu gue dan Hamba Allah disuruh perkenalan dan nyanyi dengan bahasa Inggris, gejala-gejala yang gue alami yaitu:

Berkeringat
Bicara terbatah-batah
Gagu
Mules
Kaki gemeteran
Dll

Itu beberapa hal gejala yang gue alami di hari pertama saat shok teraphy, kampret kan? Fatwanya shok teraphy di hari berikutnya dan seterusnya, gejala tersebut sudah makin berkurang namun masih ada.

Yang gue suka di sana adalah suasanya..

Hampir semuanya menggunkan sepeda (berasa di Jepang)

Makanan murah (PD bawa 6rb perak buat nyari makan)

Orangnya ramah-ramah, baik, sopan dan cantik-cantik (apalagi yang cewe dari Makasar :*)

Kekeluargaan dan suasananya ngangenin

Banyak yang datang dari Sabang hingga Marauke, keanerakaman suku tercampur (Bhineka Tungga Ika)

Pokoknya banyak deh kata-kata yang ga bisa gue sebutin satu persatu, harus dirasain.

0 komentar:

Posting Komentar

Dilindungi Oleh Unang. Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger news