Pliss jangan dibaca..

Tiba waktunya malam, imajinasi ku melonjak, menghayal memikirkan yang tak dipikirkan, pikiran ku kosong terkendali, oh astuti...

Nyala tv hanya formalitas tuk memecahkan keheningan malam ini.. Gatal! Tak bisa kubendung, bagaikan macan liar nan lapar, sekali lagi aku gatal..! Ku garuk biji pler ku yang gatal, ah nikmat rasanya.

Saat itu sepi, seperti tempat suci yang kehilangan jemaatnya,, bahkan lebih sepi lagi, seperti ruang kosong tak berudara. Saat itu hanya ada aku dan henpon ku, aku cek video di henpon... Hening, bingung mewarnai pikiran ku. Tak ada waktu, sepi sunyi, ku tonton sebentar koleksi ku.. Ah, aku konak, napsu tak bisa kutahan, kugaruk lagi jembut ku, dan ku tekan-tekan pler ku.. Oh nikmatnya.

Dalam hati kubicara, membisikan ragaku, mendiskusikan pikiranku, semua hal perlu didiskusikan walaupun dengan diri sendiri. Bahkan seorang emir yang bijaksana perlu diskusi... Huh, semua setuju, ku buka pintu kamar, slett (suara sleting terbuka), aku masukan jari ku ke celana, goyang ke atas,goyang kebawah, seperti inikah sekilas surga?...

Waktu terus berlalu, berjalan pasif tak bisa berhenti.. Pagi-siang-malam tiap harinya, terdesak, panik, bingung.. Jantung ku beredup kencang, kuberlali keluar menghela napas yang tak normal.. Menuju kamar mandi, dan hingga ketika 'crott crott' diriku lega..

Seperti semua sirna, hanya aku dan penyesalan yang menyertai. Kusiram peju pelampiasan napsu ku, meninggalkan jejak seperti semuanya tak terjadi apa-apa.


Kini hanya aku dan badanku yang lemas...

0 komentar:

Posting Komentar

Dilindungi Oleh Unang. Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger news